; Penjurian TOP CSR Award 2021 - Amanah Takaful

Jakarta, TopBusiness – Yayasan Amanah Takaful adalah lembaga sosial yang didirikan oleh para karyawan Takaful Group pada 24 Agustus 1998. Yayasan ini sebagai pelaksana dari visi dakwah Takaful Group yaitu dakwah bil hal dan bil lisan.

Dakwah bil hal adalah berbuat atau berkarya melalui bantuan sosial, sedangkan dakwah billisan dengan menggerakan literasi tentang Takaful yaitu saling menanggung.

Yayasan yang berkantor pusat di Graha Takaful Indonesia, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan ini memiliki visi menjadi yayasan sosial kemanusiaan yang amanah dan profesional.

“Misi kami adalah membangun partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap kaum dhuafa, memberdayakan masyarakat dalam pendidikan dan sosial agar menuju masyarakat yang peduli berbagi dan mandiri,” ujar Ketua Yayasan Amanah Takaful Ade Abdurrahman dalam sesi presentasi dan wawancara penjurian TOP CSR Awards 2021 yang dihelat Majalah TopBusiness secara daring, Rabu (10/3/2021). Dalam presentasi ini, Ade Abdurrahman didampingi Satibi Darwis selaku Dewan Pengawas.

Misi lain dari Yayasan Amanah Takaful adalah ikut serta berperan membumikan Al Quran melalui program wakaf Quran dan pembangunan pesantren Al Quran. Selain itu membangun literasi Takaful di lingkungan pesantren.

Yayasan Amanah Takaful memiliki beberapa program unggulan. Pertama adalah  Program Amanah Sosial dan Kemanusiaan. Program ini untuk merespons secara cepat kebutuhan mendesak dari masyarakat yang membutuhkan serta membantu mereka yang tertimpa kemalangan hidup.

“Dengan bantuan ini mereka yang dalam keadaan lemah ekonomi maupun sebagai dampak dari musibah seperti bencana alam dan bencana kemanusiaan diharapkan bisa segera bangkit dari keterpurukan dan pulih seperti sedia kala,” tutur Ade.

Bantuan yang diberikan dalam Program Amanah Sosial dan Kemanusiaan antara lain bantuan biaya hidup, bantuan biaya usaha, dan tim relawan siaga bencana. Sepanjang tahun 2020, Yayasan Amanah Takaful memberikan bantuan biaya hidup kepada 864 penerima manfaat, sedangkan bantuan Bencana Kemanusiaan/Alam diberikan kepada 2.575 penerima manfaat.

Selain itu, ada Program Amanah Al Quran. Tahun lalu, pihak yayasan melaksanakan Program Kampung Quran Kebumen di Desa Sampiran, Kecamatan Buayan. Selain itu, ada Rumah Quran Amanah Takaful.

Menurut Ade Abdurrahman, Amanah Takaful juga turut memfasilitasi umat dengan program bina Al Quran yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dan dapat diikuti secara gratis dengan bimbingan asatidz yang kompeten dan berpengalaman.

Program berikutnya adalah Amanah Wakaf. Pada 2020, Yayasan Amanah Takaful menyebarkan 24.555 Al Quran , 5.664 buku Iqra, 1.033 buku hadist dan 14.142 buku doa Al Matsurat.

“Kita menyadari bahwa Indonesia walaupun negara mayoritas muslim tapi ternyata pemenuhan kebutuhan Al Quran baru 2 persen dari total kebutuhan 2 juta Al Quran setiap tahun, sehingga perlu dibantu oleh para lembaga sosial agar kebutuhan bagi seluruh muslim bisa tercapai,” tutur dia.

Program berikutnya adalah Amanah Sehat. Ini adalah program untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat yang berbasis individual, komunal, dan masyarakat secara umum. Yayasan Amanah Takaful menggandeng beberapa instansi seperti koperasi agar bisa bersama berupaya menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan angka kematian anak.

“Kami sudah melakukan pelayanan kesehatan kepada 1.316 penerima manfaat di seluruh Indonesia yang bisa kami jangkau, khususnya daerah bencana. Kami juga melakukan donor darah untuk 500 penerima manfaat. Ada juga program khitanan massal,” tutur Ade.

Program lainnya adalah Amanah Cerdas. Dalam program ini, pihak yayasan memberikan Beasiswa Terbina, Donas Perlengkapan Sekolah, Beasiswa Prestasi, dan Majelis Taklim Visual. Tahun 2021, Beasiswa Amanah Takaful diberikan kepada 308 penerima manfaat, Beasiswa Bina Anak Pertiwi ada 38 penerima manfaat, dan bantuan biaya pendidikan 48 penerima manfaat. “Ada juga pelatihan keterampilan setelah lulus sekolah,” kata dia.

Program Prioritas Amanah Card

Untuk tahun ini, menurut Ade, ada satu program yang akan diprioritaskan yaitu Amanah Card. Program ini menjadi prioritas karena ini terlait dengan program Asuransi Takaful.

Amanah Card adalah program bantuan dari Yayasan Amanah Takaful untuk para dhuafa, marbot, da’i, dan guru ngaji di pelosok ketika mereka mengalami musibah. “Ini adalah kartu asuransi bagi orang-orang yang membutuhkan yang selama ini sulit mendapat bantuan,” ucap Ade.

Bentuk bantuannya antara lain, kata Ade, jika dhuafa atau tidak mampu, da’i, atau guru ngaji di pelosok terkena musibah dan dirawat di rumah sakit, pihak asuransi akan memberi bantuan Rp 200 ribu per hari. “Jadi kalau mereka dirawat, maksimal 14 hari dalam setahun, kami ber bantuan Rp 2,8 juta,” tuturnya.

Bila penerima bantuan Amanah Card ini meninggal karena sakit, pihaknya memberi bantuan Rp 5 juta ditambah biaya penguburan, termasuk uang pemandian, kain kafan dan lainnya sebesar Rp 2,5 juta, sehingga total yang diberikan Rp 7,5 juta.

“Kalau mereka meninggal karena kecelakaan, kami beri santunan Rp 10 juta kepada keluarganya, termasuk juga biaya penguburan Rp 2,5 juta jadi total Rp 12,5 juta. Kalau kemudian para dai dan dhuafa, marbot, guru ngaji mengalami cacat tetap karena kecelakaan maka kami berikan dana untuk penyiapan wirausaha sebesar Rp 10 juta. Ini menjadi program unggulan kami di tahun 2020 dan tahun ini,” papar Ade.

Menurut Ade, Program Amanah Card menjadi prioritas karena pertama dampaknya secara langsung dirasakan perusahaan, Asuransi Takaful. “Yang pertama menjadikan dana CSR berdampak meningkatkan produksi. Dengan kami ikut memberikan Program Amanah Card kepada para dai maka kami berkontribusi langsung terhadap peningkatan produksi perusahaan.   

“Ini bukan hanya untuk Asuransi Takaful, karena database dai dan guru ngaji yang tersebar di Indonsia bisa kami berikan juga kepada perusahaan-perusahaa asuransi lain yang sejenis dengan kami, yang memiliki dana sosial untuk kemudian diikutsertakan melalui program mereka,” papar dia.

Manfaat bagi Asuransi Takaful dengan Program Amanah Card ini menjadikan branding Takaful sebagai asuransi syariah pertama makin kuat di kalangan pesantren dan lembaga-lembaga Islam. Ketiga, literasi tentang program Takaful semakin meluas terutama pada komunitas keilmuan Islam seperti pesantren, Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

 “Karena kami menyalurkan bantuan Amanah Card untuk marbot masjid melalui Dewan Masjid Indonesia. Dan kami menyalurkan Amanah Card untuk guru-guru ngaji melalui pondok pesantren,” ujar Ade.

Tahun 2020 lalu, menurut dia, ada 1.000 marbot di DKI Jakarta dan 600 marbot di Banten yang mendapat Amanah Card melalui DMI. Yayasan Amanah Takaful tahun lalu memberikan Amanah Card untuk 5.000 guru ngaji, sekitar 1.500 diantaranya diberikan melalui Serikat Ekonomi Pesantren Jawa Barat. 

Manfaat selanjutnya dari Program Amanah Card adalah terbentukan komunitas yang bertafakul, saling menanggung di antara mereka. Sebab, Amanah Card bukan hanya mengasuransikan ke AsuransiTakaful tapi juga membentuk komunitas di pesantren untuk saling membantu.

Sedangkan benefit Amanah Card bagi masyarakat adalah, pertama, masyarakat di sekitar masjid dan pesantren memiliki program saling membantu di antara mereka melalui program sedekah asuransi.

“Kedua, masyarakat mendapatkan literasi tentang model saling menanggung yang lebih tersistem dibanding yang digunakan masyarakat selama ini. Ketiga, bagi dhuafa, para da’i, marbot masjid dan guru ngaji yang diikutsertakan ada jaminan bantuan yang disiapkan ketika mereka menghadapi musibah,” papar Ade.

Benefit program Amanah Card bagi lembaga sosial lainnya terutama LAZ dan Badan Amil Zakat. Pertama, menyempurnakan program pemberdayaan ekonomi yang telah dijalankan oleh lembaga sosial lainnya, agar komprehensif membantu dhuafa menjadi muzaki baru.

Selain itu, Amanah Card menyediakan bantuan di saat kritis bagi para relawan dan para da’i yang selama ini menjadi binaan lembaga.

Sedangkan benenfit Program AmanahCard bagi negara adalah, pertama membantu OJK dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dalam hal literasi program asuransi syariah berbasis sosial. Kedua, menyiapkan salah satu jaring pengaman sosial guna mencegah timbul kemiskinan baru karena musibah yang dialami keluarga. Ketiga, turut membantu memasyarakatkan program micro insurance bagi masyarakat umum.

“Tahun 2020, sebaran manfaat program kami sudah ada di 236 kabupaten/kota dengan 17.993 penerima manfaat,” kata Ade dalam presentasinya.