Banjir yang melanda wilayah Desa Koper, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang dilaporkan hampir tiga pekan belum juga surut. Curah hujan masih tinggi dan sejumlah warga menyebut pemadaman listrik terjadi dalam beberapa hari terakhir, bahkan hampir setiap malam.
Pada Ahad, 1 Februari 2026, kegiatan Layanan Kesehatan dan Bantuan Pangan Banjir Tangerang digelar untuk membantu warga terdampak. Program ini berada dalam pilar Amanah Sehat dan Amanah Sosial, serta melibatkan kolaborasi relawan dan unsur masyarakat setempat.
Kondisi Lapangan: Sebagian Bertahan di Rumah, Akses Masih Terganggu
Berdasarkan informasi lapangan, dari cakupan enam desa terdampak, sekitar 80 persen warga masih bertahan di rumah, sementara sekitar 20 persen berada di posko desa setempat. Di beberapa titik, banjir mulai berkurang, namun masih terdapat genangan setinggi sekitar 60 sentimeter.
Warga juga menyampaikan bahwa banjir dipicu luapan sungai dan waduk yang mengalami kerusakan di sekitar wilayah. Dampaknya meluas ke desa-desa sekitar, termasuk Desa Pasir Rampo dan wilayah lainnya. Sejumlah titik jembatan dan jalan penghubung dilaporkan rusak dan masih tergenang, sehingga jalur akses transportasi terputus di beberapa bagian.

Layanan Kesehatan untuk 140 Pasien
Kebutuhan layanan kesehatan menjadi salah satu prioritas dalam situasi banjir berkepanjangan. Dalam kegiatan ini, layanan pemeriksaan dan pengobatan diberikan kepada 140 pasien, disertai penyaluran obat-obatan.
Kolaborasi di lapangan turut melibatkan relawan, termasuk Relawan Untuk Negeri (RUN) dan relawan wilayah Kecamatan Kresek.

Paket Pangan untuk 300 Keluarga
Selain layanan kesehatan, bantuan yang disalurkan berupa paket pangan untuk 300 keluarga, dengan isi utama mi instan, telur, dan air mineral. Bantuan ini ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga di tengah aktivitas yang masih terganggu.
Dalam kegiatan ini, Amanah Takaful hadir sebagai penghubung antara dukungan para dermawan dan kebutuhan warga terdampak, dengan memastikan penyaluran berjalan tertib bersama mitra lokal.
Bapak Muhdi, perwakilan warga Desa Koper, menyampaikan bahwa kondisi banjir yang belum surut membuat warga harus beradaptasi dengan keterbatasan, mulai dari akses jalan hingga listrik yang tidak stabil.
“Sebagian warga masih bertahan di rumah, sebagian di posko. Beberapa hari ini listrik sering padam malam hari, dan akses jalan juga ada yang terputus,” ujarnya.
Respon kesehatan dan bantuan pangan menjadi langkah awal untuk membantu warga melewati masa sulit akibat banjir yang berkepanjangan. Dukungan lanjutan masih diperlukan, terutama ketika curah hujan masih tinggi dan akses infrastruktur belum sepenuhnya pulih.
Masyarakat yang ingin ikut membersamai pemulihan pasca-banjir di wilayah terdampak Tangerang dapat berkontribusi melalui kanal bantuan yang disediakan, agar dukungan yang masuk dapat dikelola dan disalurkan sesuai kebutuhan lapangan.
