Ciri Sifat Sombong Menurut Nabi

Ciri Sifat Sombong Menurut Nabi

Ciri sifat sombong menurut Nabi

Sering kali kita mendengar kata sombong. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “sombong” adalah menghargai diri secara berlebihan, congkak, atau pongah. Lalu, bagaimana ciri sifat sombong menurut Nabi Muhammad saw. itu?

“Sombong” bahasa Arabnya adalah “al-kibr”. Dan “al-kibr” atau sombong” merupakan salah satu sifat yang harus dijauhi oleh umat Muslim karena termasuk pada akhlak tercela. Agar terhindar dari sifat sombong tersebut, maka marilah kita memperhatikan cirinya menurut Nabi saw. di dalam sabdanya sebagai berikut. Dari Abdullah bin  as’ud, dari Nabi saw. beliau bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji jagung.”

Lalu ada seorang laki-laki berkata, “Sungguh ada seseorang yang senang jika bajunya dan sandalnya bagus.” Nabi saw. bersabda, “Sungguh Allah itu indah, dan mencintai keindahan. (Sedangkan yang dimaksud dengan) sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.”  (HR. Muslim). Berdasarkan hadis tersebut, untuk  mendeteksi ciri kesombongan menurut Nabi saw ada dua.

Pertama, adalah menolak kebenaran. Jadi, orang yang tidak sombong itu mau menerima nasihat. Ia mau mendengarkan semua hal kebenaran meskipun itu diucapkan atau dilakukan oleh orang yang lebih muda umurnya. Sehingga, jika ia sudah tidak mau mendengarkan kebenaran yang disampaikan orang lain kepadanya, maka ia sudah termasuk pada ciri orang yang sombong. Ia merasa lebih hebat dan tidak butuh nasihat baik dari orang di sekelilingnya.

Kedua, adalah merendahkan manusia, sehingga, ciri orang yang tidak sombong adalah mereka yang mau memuliakan orang lain. Siapapun itu. Baik orang lain itu memiliki pangkat dan kehormatan maupun tidak memiliki apapun.  Ketika seseorang itu sudah berani merendahkan orang lain, maka dia sudah terhinggap sifat sombong
yang dicirikan oleh Nabi saw. Teks hadis tersebut juga menunjukkan bahwa kesombongan bukan dilihat dari
penampilan seseorang. Bukan dicirikan dengan menggunakan pakaian atau atribut apapun yang bagus dan indah. Karena Allah Swt. pun suka dengan keindahan. Namun, jika ia berpenampilan tersebut diiringi dengan merendahkan orang lain, maka di situlah letak kesombongan yang ada pada dirinya. Demikianlah dua ciri sifat  sombong  menurut Nabi saw. Yaitu menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Semoga kita senantiasa dihindarkan dari sifat tercela tersebut. Aamiin. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Sumber www.bincangsyariah.com

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari, no.6)

 

Bagikan Artikel
No Comments

Post A Comment