Pandeglang, 26 Juni 2025 — Di sebuah desa tenang nan terpencil bernama Saninten, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, semangat mengaji para santri tetap menyala meski dengan keterbatasan. Hari itu, Ponpes Miftahul Mutaalimin menerima kiriman istimewa: 30 mushaf Al-Qur’an yang disalurkan oleh Yayasan Amanah Takaful.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Amanah Takaful dalam mendukung syiar Islam dan pendidikan Qur’ani di pelosok-pelosok negeri yang jarang tersorot.
Menjawab Kebutuhan Dasar untuk Mengaji
Keterbatasan akses terhadap Al-Qur’an masih menjadi kendala nyata bagi banyak pesantren di daerah pelosok. Di Ponpes Miftahul Mutaalimin, para santri selama ini harus bergantian menggunakan mushaf yang tersedia. Dengan jumlah yang sangat terbatas, proses belajar mengaji pun seringkali terkendala.
Kehadiran 30 mushaf baru dari Amanah Takaful menjadi angin segar yang disambut hangat oleh pengasuh pondok.
“Terima kasih kami ucapkan kepada Yayasan Amanah Takaful yang telah memberikan Al-Qur’an kepada Pondok Pesantren kami. Kami sangat membutuhkannya untuk kegiatan mengaji para santri,” ungkap salah satu perwakilan pengasuh pondok.
Aksi Kecil, Dampak Besar
Meski tampak sederhana, distribusi mushaf Al-Qur’an adalah langkah konkrit dalam melawan buta huruf Al-Qur’an yang masih dialami sebagian besar umat. Kegiatan ini tidak hanya memberikan fasilitas, tapi juga memperkuat ruh pendidikan agama yang berakar dari pesantren.
Aksi ini menjadi bagian dari gerakan nasional Amanah Takaful dalam mendukung program (penyaluran Al-Qur’an ke pelosok), yang diharapkan terus berlanjut secara berkesinambungan.
Setiap lembar mushaf yang diberikan, adalah harapan yang ditanam.
Setiap suara santri yang melantunkan ayat, adalah doa yang bergerak.
Dan setiap tangan yang terlibat, adalah bagian dari ladang amal yang tak terputus.
