Penyesalan Yang Tak Pernah Berakhir

Penyesalan Yang Tak Pernah Berakhir

Dulu, aku selalu membuang waktu ku untuk mengejar dunia, sampai  aku tidak  memiliki waktu sekalipun untuk mengingat-Nya, jangankan untuk mendatangi seruan-Nya mendengarnya pun aku tidak mau. Karena menurut ku seruan itu hanya mengganggu waktu ku saja dan hanya pengingat bila waktu istirahat dan jam pulang akan tiba.

Aku selalu melewatkannya untuk menumpuk harta ku satu per satu demi dapat membeli apa yang aku inginkan dan memuaskan diri ku sendiri, sedekah? anak yatim saja aku acuhkan, karena menurut ku yang berjuang untuk ini mati-matian siapa yang enak siapa. Jadi aku selalu menutup dompet dan pintu dengan rapat-rapat untuk hal itu.

Harta ku telah terkumpul rumah mewah pun telah ku bangun tidak lupa dengan isi didalamnya, menikahi seseorang yang telah ku idam-idamkan sejak lama,  berlibur hingga tidak ada satu tempat pun ku lewati, bahagianya sekali hidup ku.

Namun suatu Ketika….

Jangan Mengangkat Ku Lagi!!

Berhentilah,

Tinggalkanlah aku disini

Celakalah kalian!!

Kemana kalian akan membawa ku?

Ku bilang berhenti

Kenapa kalian tidak mendengarkan!?

Tinggalkanlah aku disini

Dan, siapa kamu?

Kenapa hanya kamu yang dapat mendengarkan ku?

Aku tidak mengenal orang yang kau tanyakan itu

Siapa dia?

Apa yang spesial darinya?

Kenapa kau juga pergi?

Ya Rab,

Betapa menyesalnya aku, Rumah yang telah kubangun pun telah terjual, pasangan hidup ku pun memutuskan untuk menikah dengan orang yang telah ia kenal semasa aku masih hidup. Ya benar, aku telah mati karena kecelakaan lalu lintas saat itu. Aku mati dalam penyesalan yang tak pernah berakhir, karena aku tidak bisa menjawab pertanyaan yang diberikan 2 sosok malaikat tentang siapa Tuhan ku? siapa Nabi ku? Apa Kitab Ku? Untuk apa nikmat waktu dan harta yang telah diberikan kepada ku? Ku tak dapat menjawabnya walaupun satu saja. Tempat ini semakin gelap dan semakin sempit hingga meremukan tubuh ku.

Ya Allah Ya Rabb berikan sedikit saja waktu untuk Kembali ke dunia hanya untuk bershadaqah dan beramal shalih, sebentar saja Ya Rabb, hanya sebentar.

 

 

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلا أَوْلادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (9) وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ (10) وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (11) }

 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.” Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

(Q.S : Al-Munafiqun 9-11)

 

 

 

Sumber & Referensi :

Ustadz Abdul Somad

Ustadz Adi Hidayat

Ustadz Oemar Mita

Lampu Islam

IbnuKatsirOnline

uii.ac.id

 

Bagikan Artikel
No Comments

Post A Comment