Sumur Bor Diresmikan di Aceh Tamiang, 50 Santri dan 101 Keluarga Kini Akses Air Bersih

ACEH TAMIANG — Peresmian pembangunan sumur bor Aceh Tamiang berlangsung di Pondok Pesantren Baitul Quran Al Muna, Desa Sunting, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (11/3/2026). Panitia melengkapi fasilitas ini dengan instalasi air dan tempat wudhu. Karena itu, pesantren dan warga sekitar memperoleh akses air yang lebih stabil untuk kebutuhan harian dan ibadah.

Program ini menjangkau 50 santri dan 101 keluarga. Selain itu, Tim Relawan Gerak sebagai mitra penyalur dan relawan YAT lokal membantu persiapan serta pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Upaya Pemulihan Pascabencana Lewat Akses Air Bersih

Pembangunan sumur bor ini menjadi bagian dari langkah pemulihan pascabencana di Aceh. Di banyak wilayah terdampak banjir, air bersih sering menjadi kebutuhan paling mendesak. Karena itu, program ini fokus memperkuat akses air untuk kesehatan keluarga dan kebersihan lingkungan.

Di sisi lain, pesantren membutuhkan air untuk menunjang kegiatan belajar dan ibadah. Dengan tersedianya sumur bor, pengelola pesantren dapat menjaga rutinitas santri tetap berjalan, termasuk kebutuhan wudhu dan kebersihan harian.

Kolaborasi Program dan Peresmian di Pesantren

Amanah Takaful berperan sebagai penghubung program bersama mitra. Dalam kegiatan ini, dukungan datang dari PT Askrindo Syariah untuk pembangunan sumur bor beserta fasilitas pendukungnya. Dengan demikian, program tidak berhenti pada peresmian, tetapi juga mengarah pada manfaat yang berkelanjutan.

Keterangan mengenai program dan profil perusahaan dapat diakses melalui situs resmi PT Askrindo Syariah.

Prosesi peresmian menghadirkan pimpinan pondok pesantren dan warga setempat. Sementara itu, Ade Abdurahman selaku Direktur YAT memimpin perwakilan lembaga dalam rangkaian acara.

Ade Abdurahman: Air Bersih Fondasi Pemulihan

Dalam sambutannya, Ade menegaskan bahwa akses air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Menurutnya, air bersih menopang kesehatan warga sekaligus mendukung aktivitas santri di pesantren.

“Melalui pembangunan sumur bor ini, kami ingin memastikan masyarakat Aceh tidak hanya pulih dari bencana, tetapi juga memiliki fondasi yang kuat untuk kembali bangkit. Kolaborasi lintas sektor menjadi penting agar dampak program dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan,” ujar Ade.

Manfaat untuk Santri dan Warga Desa Sunting

Panitia mencatat total penerima manfaat mencapai 151 penerima, terdiri dari santri dan keluarga warga. Selain itu, fasilitas tempat wudhu dan instalasi air membantu pesantren mengatur penggunaan air secara lebih tertib.

Ke depan, pengelola pesantren bersama warga menjaga operasional fasilitas agar sumur bor tetap berfungsi baik. Karena itu, manfaatnya dapat terus mendukung kebutuhan dasar masyarakat, terutama saat curah hujan tinggi dan sebagian sumber air mudah terganggu.

Peresmian sumur bor di Aceh Tamiang menunjukkan pentingnya pemulihan pascabencana yang menyentuh kebutuhan dasar. Melalui kerja bersama mitra dan relawan, masyarakat Desa Sunting kini memiliki akses air bersih yang lebih stabil untuk kehidupan sehari-hari dan aktivitas ibadah.

Informasi program air bersih dan kegiatan penyaluran lainnya dapat dibaca di halaman Program Air Bersih di situs Amanah Takaful.